
Power of Life Trijaya FM
Konsultasi paling banyak diintip pengusaha !
Arsip Blog
Namanya Agus Supriadi. Saya berkenalan dengannya, atas jasa seorang sahabat yang cukup sering membantu saya, mas Bambang. Agus datang bersamanya di acara launching buku Oom Bob Sadino, Mereka Bilang Saya Goblok! Di toko buku Gramedia.
Saya sering dikenalkan dengan relasi mas Bambang. Tapi perkenalan saat itu sungguh berbeda. Agus, adalah penderita down syndrome.
Agak sulit berinteraksi dengan Agus. Bicaranya gagap dan sulit dimengerti. Pendengarannya dibantu dengan hearing aid. Kemampuan berpikirnya juga rada-rada telat. Cuma jangan main-main dengan hitung-hitungan uang. Dia bisa membedakan jenis uang, dari pecahan seribu sampai seratus ribu. Dia bisa berhitung dengan baik. Urusan tawar-menawar harga dan uang kembalian, nyaris nggak salah.
Agus memang luar biasa. Dia bukan tipe manusia yang puas dengan menjadi benalu. Sejak keluar dari Sekolah Luar Biasa selevel SMA kelas 1, ia tidak betah diam. Dengan sedikit uang, ia memulai usahanya sendiri. Ia tidak ingin membebani kehidupan keluarganya, yang hidup dari gaji seorang ayah yang bekerja sebagai pemadam kebakaran. Dengan segala kemampuan yang dimilikinya, ia mencoba berdagang.
Kini, profesi Agus sehari-hari adalah pedagang. Ia menjual buku-buku bertema agama Islam. Terkadang ia juga menjual peci dan juga minyak wangi yang dikemas dalam botol kecil. Sekarang, ia menggelar dagangannya di emperan masjid Elnusa. Sebelumnya, ia berkelana dari mesjid ke mesjid. Tak terhitung berapa kali ia dilarang berjualan oleh pengurus mesjid di mana ia menggelar dagangannya. Sekarang, ia bisa mengantongi keuntungan sekitar Rp. 50.000 per hari.
Agus memang bukan orang yang mudah menyerah. Rasa percaya dirinya besar sekali. Inisiatifnya, sangat tinggi bahkan dibandingkan dengan orang normal. Sekali waktu, saya memintanya untuk membantu menjaga dan menjualkan buku saya di kantor Telkom Divre II Gatot Subroto. Untuk memudahkannya masuk, saya berjanji untuk menunggunya di lobby gedung. Sampai waktu yang sudah dijanjikan, ia belum muncul. Saya khawatir, ia tidak bisa masuk ke tempat acara.
Pagi itu, ia memang datang terlambat. Vespa bututnya rusak dan perlu diperbaiki dulu. Ketika itu, saya sudah ada di podium untuk mengisi acara. Dua dus buku langsung ditatanya di sebuah meja. Ia sudah siap jualan. Dan di akhir acara, buku ‘Monyet’ dagangannya laris manis.
Lama saya tidak berjumpa Agus. Sampai suatu saya menerima SMS dari mas Bambang. Ketika itu, saya baru pulang dari Hong Kong. Isinya beda dari biasa. Itu SMS titipan dari Agus. “Bang Jay. Agus punya tabungan dua juta. Kalau boleh, Agus mau ikut bang Jay ke Hong Kong bulan depan. Kata pak Bambang, banyak peluang bisnis yang bisa digarap.”
Subhaanallah. Insya Allah Gus. Kita berangkat bersama ke Hong Kong bulan depan …
June 24th, 2009 at 2:17 pm
Isinya beda dari biasa. Itu SMS titipan dari Agus. “Bang Jay. Agus punya tabungan dua juta. Kalau boleh, Agus mau ikut bang Jay ke Hong Kong bulan depan. Kata pak Bambang, banyak peluang bisnis yang bisa digarap.”
Aku terharu sekali Bang Jay, sampe meneteskan airmata.
Semoga sukses.
June 24th, 2009 at 2:21 pm
Thanks juga mbak. Semoga bermanfaat.
June 24th, 2009 at 2:24 pm
Luar biasa……. terima kasih Bang Jay….. Ternyata keterbatasan fisik bukan alasan untuk tidak bisa mandiri. Salut buat agus yang bisa mandiri dan punya wawasan yang luas dengan keterbatasannya.
Btw, boleh ikut ke Hongkong bulan depan? Saya pengin belajar dari Agus dan juga belajar dari Bang Jay. Insya Alloh dengan biaya sendiri dan saya siap untuk mbantuin mbawa buku “Monyet” barangkali Agus kerepotan membawanya.
June 24th, 2009 at 2:26 pm
Boleh pak. Silahkan kontak ke 081 7654 4567. Nambahin ongkosnya Agus juga tidak ditolak … Terima kasih.
July 24th, 2009 at 5:17 am
Dari balik setiap kelemahan, pasti ada kekuatan yang luar biasa …
June 24th, 2010 at 9:50 am
saya jadi malu sama agus,,,,,,,,